Pertimbangan Engine Overhaul (Engine Rebuild)

Pertimbangan untuk dilakukannya engine overhaul.

Overhaul direkomendasikan untuk dilaksanakan sebelum engine mengalami kerusakan, dengan kata lain engine di overhaul dengan penggantian sejumlah parts yang aus dengan parts yang baru.

Parts yang biasanya mengalami keausan tersebut diantaranya: piston ring, rod bearing, main bearing, valve, seat dan lain sebagainya.

Disamping penggantian parts yang telah disebutkan sebelumnya, hal lainnya yang dilakukan sewaktu melakukan overhaul adalah:
  • Pemeriksaan menyeluruh atas parts yang lainnya.
  • Penggantian seal, gasket, o-ring, packing dan lain sebagainya.
  • Pembersihan saluran-saluran di engine block.

"Pengukuran yang nyata, untuk menentukan masa overhaul engine adalah dengan mengukur output tenaga (Power), tekanan kompresi, konsumsi bahan bakar dan konsumsi oli. Jika engine masih memenuhi standar performa tersebut diatas, maka engine tidak perlu untuk dioverhaul meskipun interval jam (Service hour) overhaulnya sudah tercapai".

Berikut ini pertimbangan-pertimbangan untuk dilakukannya overhaul engine:

1. Service Hour

Service hour merupakan nilai rata-rata yang diambil dengan asumsi load faktor engine yang sesuai dengan aplikasinya. Serive hour yang tertera mungkin akan terlalu tinggi jika engine dioperasikan dengan beban yang terlalu tinggi dan mungkin akan terlalu rendah jika engine dioperasikan dengan beban yang terlalu ringan.

Pengurangan jam operasi engine pada kondisi full load tentunya akan menurunkan rata-rata kebutuhan power yang dihasilkan engine. Dan penurunan rata-rata power yang dihasilkan engine akan meningkatkan umur engine dan interval overhaulnya, begitu juga sebaliknya.

Kesimpulannya adalah: pertimbangan untuk overhaul engine berdasarkan service hour bisa terlalu cepat apabila engine dioperasikan dengan kondisi load yang terlalu ringan, begitu juga sebaliknya akan terlalu lama apabila engine dioperasikan dengan kondisi load yang terlalu berat.

2. Total Fuel Consumption

Total fuel consumption merupakan indikasi terbaik yang dapat digunakan dalam menentukan sebuah engine harus di overhaul, meskipun nilai ini meruapakan perkiraan. Fuel consumption lebih mencerminkan pembebanan pada engine, karena saat beban engine meningkat maka fuel consumptionjuga meningkat, begitu juga sebaliknya,

Kesimpulannya adalah: Engine yang beroperasi dengan load yang besar secara terus-menerus akan lebih cepat untuk di overhaul dibandingkan dengan engine yang beroperasi dengan load yang terlalu ringan secara terus menerus, karena dengan load engine yang berbeda pencapaian fuel consumptionnya dalam kurun waktu yang sama juga berbeda.

3. Oil Consumption

Oil consumption juga dapat dipergunakan sebagai indikator untuk menentukan kapan engine harus di overhaul. Konsumsi oli proporsional dengan persentasi beban engine. Ketika persentase beban engine meningkat, jumlah oli yang di konsumsi per jam juga meningkat.

Pada saat oil consumption engine meningkat tiga kali lipat dari nilai konsumsi oli standarnya yang diakibatkan oleh keausan normal, maka engine harus dijadwalkan untuk di overhaul disamping dapat juga di indikasikan oleh meningkatnya tekanan "blowby" dan sedikit peningkatan konsumsi fuel.

Kesimpulannya adalah: Apabila konsumsi oli engine meningkat tiga kali lipat dari nilai standarnya ( misalkan standar konsumsi oli dalam waktu 10 jam operasi adalah 5 liter, sedangkan aktualnya sudah lebih dari 15 liter) sedangkan kebocoran oli keluar (external oil leaked) tidak ada, artinya sudah terjadi oil up dan / atau oil down yang terlalu tinggi, maka engine harus segera di overhaul.

4. Faktor Lainnya

Faktor lainnya yang harus menjadi pertimbangan untuk menentukan kapan waktu engine harus di overhaul disamping faktor ekonomis lainnya, adalah:
  • Seberapa konsisten dilakukannya preventive maintenance.
  • Kualitas fuel yang di gunakan.
  • Kondisi medan operasi
  • Hasil laboratorium oil sampling
  • Meningkatnya engine noise dan engine vibration.
Demikianlah beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan waktu kapan engine harus di overhaul. Apabila overhaul tidak dilakukan, resiko keausan piston ring, rod bearing, main bearing atau kemungkinan terjadinya kerusakan yang lebih parah akan meningkat.

Lalu hal-hal apa saja yang dapat mempercepat interval waktu overhaul engine ? ikuti pembahasan selanjutnya.

Sumber: TT/009 Engine Rebuild.



Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Pertimbangan Engine Overhaul (Engine Rebuild)"

  1. Glad to have found your site. Keep up the good work! DB Product Review

    ReplyDelete
  2. ndak paham gan cukup tinggalin jejak ajah

    ReplyDelete
  3. wah makasih bnyk nih sob buat artikelnya

    ReplyDelete
  4. mantab bro, terima kasih atas sharenya ya..

    ReplyDelete